TENTANG Zinedine Zidane
Zinedine Zidane: Superstar yang Rendah Hati
Dunia sepakbola tak pernah berhenti melahirkan bintang-bintang besar, tak terkecuali pemain berbakat yang satu ini. Zinedine Yazid Zidane. Lelaki keturunan Al-Jazair ini telah mucul sebagai superstar dunia sejak mengantarkan negaranya, Perancis sebagai Juara World Cup 1998. Kepiawaiaan Zizou (panggilan Zidane) dalam mengolah bola tak lagi diragukan . Ia pernah beberapa kali menjadi pemain terbaik dunia dan juga memberikan kontribusi yang besar bagi Perancis serta klubnya, Real Madrid dalam memenangkan berbagai kejuaraan.
Berasal dari Kawasan Kumuh
Zidane lahir di La Castellane, suatu kawasan kumuh di pinggiran
“Aku beruntung lahir dari komunitas bermasalah. Itu mengajari kami bukan hanya sepakbola tapi terutama kehidupan. Banyak anak dari berbagai ras dan keluarga di sini. Kami harus bekerja keras untuk menghadapi hidup. Musik sangat penting tapi sepakbola adalah bagian yang paling gampang untuk ditekuni.” ujar Zidane
Setelah menjadi superstar, Zidane tak pernah “lupa kacang pada kulitnya.” Orang tua dan keluarga besarnya masih tinggal di
Santun dan Bersahaja
Zizou dikenal sangatlah santun terhadap publik. Ia memang rendah hati dan agak pemalu. Ia pun tak pernah bikin ulah di lapangan dan selalu menjalin hubungan baik dengan rekan-rekan setimnya. Kerendahanhatinya terungkap dari kata-katanya, “Sungguh luar biasa bagi kami. Kami keluarga yang datang dari ketiadaan dan kini dihargai seluruh warga Perancis.”
Nilai transfer yang tinggi dan bayaran iklan yang mahal tak membuat Zidane ikut-ikutan bergaya hedonis seperti bintang sepakbola lainnya.Kalau ada waktu luang, ia lebih suka menghabiskan waktu bersama istrinya, Veronique dan ketiga anaknya. “Semua anakku pintar bermain bola. Aku suka mereka ikut tim (sepakbola), tapi mereka harus berlatih keras dulu, seperti aku,”ujar Zidane.
Zidane pun selalu antusias berpartisipasi dalam acara-acara amal. Ia banyak membantu dalam Luis Figo Foundation, yayasan sahabatnya yang menggalang dana untuk anak-anak miskin serta FIFA Foundation For The Children. Iapun tak pernah lupa tanah leluhurnya, Al-Jazair, di
Mengikis Ketegangan Etnis di Perancis
Tak dapat dipungkiri bahwa Perancis masih menyimpan berbagai masalah ketegangan etnis. Larangan pemakaian jilbab, pembatasan jumlah masjid dan kuil, serta pernyataan sinis seorang politisi Perancis yang sangat rasialis terhadap kemenangan timnas sepakbola Perancis adalah indikator yang sangat nyata terlihat oleh dunia. Zidane sendiri pun secara terus-terang mengungkapkan bahwa ia lebih suka tinggal di
Namun bagaimanapun juga sosok Zidane mampu mengikis ketegangan etnis di Perancis. Anggapan bahwa etnis Arab sebagai pengacau dan sampah bagi Perancis seketika sirna saat Zidane menjadi pahlawan Perancis pada World Cup 1998. Ia menjadi orang paling terkenal di Perancis, jutaan orang Perancis mengaguminya. Kehidupannya yang lurus, sikapnya yang rendah hati serta permainan bolanya yang fantastis telah memikat hati rakyat Perancis. Mereka tidak mempedulikan Zidane adalah warga keturunan Arab ataupun seorang muslim.
Dengan popularitasnya yang tinggi dan namanya yang amat berpengaruh, banyak politikus yang ingin memanfaatkan Zidane. Dalam menanggapi ini, Zidane menyikapinya dengan tak banyak bicara di media
Perjalanan Karir Tak Selalu Mulus
Bagaimanapun juga, seperti halnya manusia Zidane juga mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan dalam hidupnya. Salah satunya dalam karir sepakbolanya. Kekalahan Perancis di Piala Dunia dan Piala Eropa membuat Zidane dan para pemain Prancis lain mendapat kritikan pedas dari media dan masyarakat. Tapi Zidane yang pendiam itu memilih untuk diam saja menanggapi kritik-kritik tersebut. Bila mendapat kekalahan, Zidane hanya memfokuskan diri untuk berusaha menjadi lebih baik di pertandingan-pertandingan lainnya.
Zidane selalu tabah dalam menghadapi segala masalah di timnas maupun di klubnya, Real Madrid. Bahkan saat Real Madrid mengalami krisis dana, Zidane rela gajinya dipotong setiap bulannya. Zidane dapat memahami bahwa El Real sedang dalam masa-masa sulit, sehingga ia tak ingin menuntut apapun dari klubnya tersebut. Ini menunjukkan bahwa Zidane bermain bola bukan hanya karena uang.
Berita yang tak begitu mengenakkan hati para penggemar Zidane saat ini adalah mengenai rencana kemundurannya dari timnas Perancis. Zidane mengakui bahwa ia akan lebih serius bermain di Liga saja. Seperti biasa, Zidane tak banyak bicara tentang alasan kemundurannya ini.
Tentunya dengan kemunduran Zidane dari timnas ini, para penggemar Zidane akan merasa kehilangan. Sebab, seorang pesepakbola seperti Zidane ini tidak lahir 100 tahun sekali. Ia adalah seorang tokoh yang berpengaruh besar bagi dunia sepakbola.

2 komentar:
zidane adalah bapak pesepak bola prancis bila tak ada zidane prancis ga akan seperti sekarang ini sukses buat zinedine zidane...
ga usah panjang" zinedine zidane mema ng pesepak bola no1 di dunia lah sapa yang ga tau tuh orang mending ke laut aja ya kk
Posting Komentar