
Football Legends" Memukau “
Acara ini sedianya dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, Presiden akhirnya batal hadir.
Tiga dari empat gol tim legenda sepak bola itu dicetak mantan pemain
Gol pertama Indonesia All Stars dicetak oleh gelandang Syamsul Bachri di babak pertama. Mantan bintang Thailand Piyapong Pue On mencetak satu gol di babak kedua, dan Widodo Cahyono Putro mencetak gol ketiga lewat tendangan voli.
Dengan dipimpin oleh Dunga, kapten tim Brasil saat menjadi juara dunia 1994, para pemain yang mencapai masa jayanya di dekade 1980-an dan 1990-an ini menunjukkan penguasaan bola yang prima. Meskipun tempo permainan berjalan lambat, aliran bola berjalan lancar.
Etcheverri memainkan perannya sebagai pengatur serangan dengan baik, didukung pergerakan lincah Walters di kiri dan pemain Brasil Osmar Donizete di kanan. Walters, yang berusia 41 tahun, berkali-kali melewati penjagaan bek asal Malaysia Zainal Abidin Hassan. Begitu pula Donizete sering kali lepas dari pengawalan bek timnas yang usianya jauh lebih muda, Hamka Hamza.
Di sisi lain, Kurniawan Dwi Yulianto dan Ilham Jaya Kesuma beberapa kali mengancam gawang Luis Islas. Namun, pengalaman Julio Olarticochea dan kawan-kawan mampu menutup daerah penalti dari serbuan pemain
Rasa salut terhadap penampilan pemain-pemain football legends ini disampaikan pula oleh mantan pemain nasional Indonesia Ricky Yacobi. "Di luar dugaan, mereka masih cukup bagus," komentarnya.
Menurut Ricky, masih baiknya penampilan Careca dan kawan-kawan berawal dari kedisiplinan mereka sebagai pemain sepak bola profesional. "Hal inilah yang dapat dicontoh bagi pemain sepak bola kita. Bagi saya sendiri, bermain dalam pertandingan tadi menjadi sebuah kehormatan," ujar pemain nasional era 1980-an ini.
Salah satu bukti itu dapat terlihat dari penampilan Dunga. Hanya sekitar 24 jam tiba di
Sayang, meski pertandingan itu melibatkan mantan-mantan pemain dunia, sambutan dari masyarakat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar